Tahukah kamu apa yang kualami selama hari-hari menyakitkan itu?
Setelah mendengar kabarmu: Awalnya aku kaget, bingung, lemah.. merasa tak pernah memberikan contoh yang baik, nggak guna, kehilangan daya dan tak bisa berpikir jernih. Semua berputar. Aku berjalan tanpa tahu arah yang kutempuh. Mencari akal, mencari jalan. Mencari tahu.
Setelah melihatmu: Aku tak bisa menghentikan air mataku di saat kamu tak ada. Aku tak pernah mau menangis di depanmu. Deritamu sudah cukup bukan? Aku tak makan berhari-hari. Aku tidur dalam keadaan menggantungkan kepala, karena air mata ini belum juga kering meski sudah berjam2 aku meratap.
Setelah mendengar kisahmu: Aku berpikir cepat mencari uang sekian juta. Untuk bisa meringankanmu. Padahal siapalah aku. Aku mencari ke sana sini, menjual ini itu, bahkan harga diriku kujual untuk menebusmu. Duit sebanyak itu tapi toh terkumpul juga. Entah darimana aku punya daya untuk mendapatkannya. Meski hingga kini aku masih harus menutupi dana itu sedikit demi sedikit.
Setelah memelukmu: Aku berjanji tak akan mau kehilanganmu. Karena kamu bagian dari dunia yang kupunya. Kamu berharga bagiku. Aku membelamu lagi-lagi mati-matian. Aku tak pernah memaksakan kehendakku. Aku memanjakanmu. Menuruti apapun maumu walau kamu kadang merasa sulit memintanya dariku. Kamu salah. Aku selalu berusaha sekuat tenaga mewujudkannya.
Setelah semua itu? Apa yang kuminta?
Aku hanya kamu bisa jadi yang terbaik dari kita.
Kamu tahu betapa beratnya hidup yang sudah kamu lewati. Aku pikir selama ini, aku adalah orang yang masih bisa kamu ajak bicara tentang apapun. Tapi ternyata kamu membohongi aku. Aku paling benci pembohong.
Tahukah kamu keadaanku sekarang? Semua demi kalian. Aku hanya sesekali menikmati hidup. Aku takut untuk memulai punya hubungan serius dengan orang lain. Mengingat teman-teman sebayaku mulai menikah. Karena aku masih ingin memberi yang terbaik bagi kalian. Dan tak mudah bagiku membagi beban ini dengan orang lain yang nantinya menjadi pendampingku.
Tak usah mengertiku. Aku hanya ingin kau tahu. Aku pun menitikkan air mata dan menahan nafas karena sesak ini terasa terlalu mendalam.
Aku bisa merasakan ini? Lalu apa yang dirasakan ibuku????
Jangan pernah kamu berani untuk mengulangi semua derita yang kita dan kamu alami dulu!! Karena kali ini aku akan diam selamanya tak lagi bertindak, jika itu terjadi!!!