Main Content RSS FeedRecent Articles

Tahukah Kamu? »

Tahukah kamu apa yang kualami selama hari-hari menyakitkan itu?

Setelah mendengar kabarmu: Awalnya aku kaget, bingung, lemah.. merasa tak pernah memberikan contoh yang baik, nggak guna, kehilangan daya dan tak bisa berpikir jernih. Semua berputar. Aku berjalan tanpa tahu arah yang kutempuh. Mencari akal, mencari jalan. Mencari tahu.

Setelah melihatmu: Aku tak bisa menghentikan air mataku di saat kamu tak ada. Aku tak pernah mau menangis di depanmu. Deritamu sudah cukup bukan? Aku tak makan berhari-hari. Aku tidur dalam keadaan menggantungkan kepala, karena air mata ini belum juga kering meski sudah berjam2 aku meratap.

Setelah mendengar kisahmu: Aku berpikir cepat mencari uang sekian juta. Untuk bisa meringankanmu. Padahal siapalah aku. Aku mencari ke sana sini, menjual ini itu, bahkan harga diriku kujual untuk menebusmu. Duit sebanyak itu tapi toh terkumpul juga. Entah darimana aku punya daya untuk mendapatkannya. Meski hingga kini aku masih harus menutupi dana itu sedikit demi sedikit.

Setelah memelukmu: Aku berjanji tak akan mau kehilanganmu. Karena kamu bagian dari dunia yang kupunya. Kamu berharga bagiku. Aku membelamu lagi-lagi mati-matian. Aku tak pernah memaksakan kehendakku. Aku memanjakanmu. Menuruti apapun maumu walau kamu kadang merasa sulit memintanya dariku. Kamu salah. Aku selalu berusaha sekuat tenaga mewujudkannya.

Setelah semua itu? Apa yang kuminta?
Aku hanya kamu bisa jadi yang terbaik dari kita.

Kamu tahu betapa beratnya hidup yang sudah kamu lewati. Aku pikir selama ini, aku adalah orang yang masih bisa kamu ajak bicara tentang apapun. Tapi ternyata kamu membohongi aku. Aku paling benci pembohong.

Tahukah kamu keadaanku sekarang? Semua demi kalian. Aku hanya sesekali menikmati hidup. Aku takut untuk memulai punya hubungan serius dengan orang lain. Mengingat teman-teman sebayaku mulai menikah. Karena aku masih ingin memberi yang terbaik bagi kalian. Dan tak mudah bagiku membagi beban ini dengan orang lain yang nantinya menjadi pendampingku.

Tak usah mengertiku. Aku hanya ingin kau tahu. Aku pun menitikkan air mata dan menahan nafas karena sesak ini terasa terlalu mendalam.
Aku bisa merasakan ini? Lalu apa yang dirasakan ibuku????
Jangan pernah kamu berani untuk mengulangi semua derita yang kita dan kamu alami dulu!! Karena kali ini aku akan diam selamanya tak lagi bertindak, jika itu terjadi!!!

kamu, terhanyut hujan.. »

Aku tahu kamu sibuk..
Aku tahu kamu bukan milikku semata…

Hanya saja, belakangan ini rasa pengertianku bikin ku muak sendiri
Kenapa harus kamu, kamu dan sekali lagi kamu?

Masih ingatkah kamu konsep kebersamaan?
Yaks, isinya adalah kita, bukan aku, bukan juga kamu..
Sekali lagi, KITA

Maaf jika aku ingin berlari ke pelukan lain..
Karena kumengerti kamu tak akan peduli..
Rasa pengertianku padamu berlimpah bukan?

Aku tahu kamu masih meniti jejakku hingga kini
Namun sesekali, janganlah berjalan di belakangku
Karena aku terlalu sering bermandi hujan…
Aku takut, kamu, terhanyut hujan…

it’s a deal… »

for unclear reason.. i try to save my self..
dunno exactly how it’s gonna be..
or are this will work..
but i want to save my self.. again..

And it’s already real..
With him.. specially with my self..
Who gonna save me, except my self.. isn’t it?

NB: doain yakssssss… :D

forgive your self.. »

Nggak habis pikir dengan diriku sendiri..
Aku tahu kadang semua terasa memuakkan
Tapi aku mencintai diriku lebih dari apapun
Seperti apapun dan bagaimana pun

Seorang cinta memintaku untuk memaafkan diriku sendiri
Aku tahu niatnya benar dan baik
Aku akan mendengarkannya karena hingga kini ia bagian dari hidupku
Tapi apa?? Kenapa??

Aku tak melihat harus ada yang dimaafkan dariku..
Aku punya masa lalu, kini dan besok
Memaafkan masa lalu? Untuk apa? Aku belajar banyak dari sana
Aku mendapatkan pelajaran berharga

Tapi aku tahu memang ada yang harus dibenahi
Walau tak tahu harus dimulai dari sisi mana..
Ya ya ya.. Stupid me
but once again, i love my self.. :) and the rain yippe..

Kursi… »

Aku tak pernah coba berlari.. tp tak berusaha pula mendekatimu…
Aku hanya duduk manis di kursi yang selalu kau sediakan untukku…

Kadang ketika aku melihatmu.. aku pun tak bisa beranjak..
Ada rantai kasat mata yang secara perlahan kau ikat di sana…

Tapi, kau tahu bagian mana yang ku suka?
Ketika kau melihatku.. sesekali, ya sesekali kau menghampiriku..
Ada hasrat kasat mata yang memintamu untuk terus mendekat..

Kau bisa menyentuhku.. Dengan hatimu, dengan tanganmu.. sesekali dengan bibirmu…
Dan ini satu lagi bagian yang ku suka..
Aku tak pernah bisa menyentuhmu.. hingga perlahan aku terluka..
Lalu bagian mana yang membuatku terlena?
Saat sakit itu datang dan aku masih duduk di kursi yang kau sediakan, menikmatinya…

Hmmmm… kursi.. kursi…

yang datang memang harus pergi »

Just another silly story..
terjebak di dalam rongga hati-hati yang lain…
terperangkap di dalam celah kisah-kisah yang lain…

Aku memang menyukai, lebih serunya lagi menikmati..
tapi memang tak selayaknya, semua bahagia harus tertoreh
sesekali tak apa berlinang rasa perih itu…

karena.. yang datang memang harus pergi…

Diakui… »

Hmmm…

Diakui..
Aku ingin diakui saat ku terjatuh dan berlumur lumpur
Saat aku menangis hingga wajahku tak lagi semanis kau kira
Saat berat badanku nggak karuan karena terlalu rajin ngemil
Atau sekedar saat aku butuh meninggalkan pesan di HP mu karena aku rindu…

Tapi…
mungkin aku tak perlu terjatuh kalau kau tak tinggalkanku
mungkin aku tak perlu menangis kalau kau tak tinggalkanku
atau mungkin aku tak perlu SMS kata rindu kalau kau tak tinggalkanku…

Hmmmm…

NB: tiba2 semua terasa berat di hati ini… entah kenapa.. but i know it’s my fault…

Aku kesepian… »

START.. 2.59 am…

“Ku tak melihatkau membawa terang yang kau janjikan…”

Bahkan sekejap pun aku tak lagi bisa melihatmu…
Kau membawa cahaya yang selama ini menemaniku meniti hari
Hingga lagi-lagi yang kutemui gelap
Lagi lagi yang kutemui sepi..
Dan sesekali kutemui.. hujan…

“Ku tak melihat kau membawa tenang yang kau janjikan..”

Bahkan sekejap pun aku tak lagi bisa merasamu..
Kau membawa damai yang selama ini menemaniku meniti hari
Hingga lagi-lagi kutemi galau
Lagi-lagi yang kutemui sepi..
Dan sesekali kutemui.. hujan…

“Aku Kesepian.. Sepi…”

Ya, aku kesepian sayang…
Kau terangku.. Kau tenangku.. Kau sepiku…

3.04 am.. End…

Inspired by Lagu Kesepian milik Efek Rumah Kaca..
tiba2 habis lagu ini selesai dari Winamp melantun ‘Desember’ damn…
kangen si drummer berkacamata itu…
Cepet pulangggggg…

Hujanku… »

Hujanku… Terselimuti hangat matahari
Yang diam-diam mencuri pandang ke arahnya…

Hujanku.. Tak lagi terlihat olehnya…
Bahkan dingin angin sepi itu tak berani menyentuh kulitnya…

Hujanku.. Ketakutan dan tak berkutik
Ia masih duduk tersungkur di tempat terakhir ku meninggalkannya…

Kini aku tahu, kenapa hujanku kini gelap sekali…
Berhentilah bermuram hujan, aku masih bersamamu…

Ada sinar… »

Tahun telah berganti rupanya…
Dan aku masih saja seperti berada di 2008
Mungkin ini efek dari hujan… hayah… hehe.. langsung bro…

Ada sinar yang pagi itu menyilaukan mataku…
Seperti di alam mimpi rasanya..
Namun aku mencium udara pagi yang kurindukan…
Pagi yang hangat meski rasanya matahari sangat menyengat…

Aku seperti dipeluk dalam cahaya berlebih itu..
Terangkum dalam zat yang entah apa..
Tenang rasanya, damai..
Sedikit semu… tapi tak apa kurasa sebentar lagi…

Di dalamnya, kutemukan senyum terindah…
Dengan sebingkai embun di sekitar wujudnya…
Menyambutku, mengajakku sedikit berlari mengejar hari…
Sebuah sensasi yang tak ingin ku henti…

Kala mataku tersadar, betapa terkejutnya aku…
Cahaya itu berasal dari sebuah lilin kecil..
Lilin yang berusaha menerangiku sementara dirinya habis terbakar…
Malangnya dia..

Aku bersyukur.. lebih mujur darinya..
Aku dian yang memberi sinar sebanyak ku mau..
Tanpa harus terbakar habis…
Siapkah berbagi denganku..

NB: tiba-tiba teringat perkataan seorang teman.. “Satu hal yang selalu mengingatkanku pada dian yaitu semangat…
Sepertinya aku masih punya semangat itu… Caiyo :D